Laporan akhir M2



1. Jurnal [Kembali]

Nama: Loling Putri Mayori

NIM: 2410952053

Kelompok: 23

Tanggal praktikum: 28 Oktober 2025

Asisten praktikum: 1. Aulia Rahma Okto Bendsi

                                2. Faren Muhamad Abdad

1.    Fixed Bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrb

11,61 V

Vrc

2,311 V 

Vb

 00,60 V

Vc

 09,92 V

Vbe

 0,617 V

Vce

 09,90 mV

Ib

 00,98 mA

Ic

 01,00 mA


Gelombang Input

Gelombang Output

 

          


 




2.    Emitter Stabillized Bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrb

 10,30 V

Vrc

 10,80 V

Vre

 1,335 V

Vb

 1,972 V

Vc

 1,462 V

Ve

 1,349 V

Vbe

 0,626 V

Vce

 0,109 V

Ib

 00,98 mA

Ic

 01,00 mA


Gelombang Input

Gelombang Output

 




 


3.    Self Bias

Parameter

Nilai Pengukuran

Vrc

 10,80 V

Vrb

 10,30 V

Vre

 1,335 V

Vb

 1,972 V

Vc

 1,462 V

Ve

 1,349 V

Vbe

 0,626 V

Vce

 0,109 V

Ib

0 0,98 mA

Ic

 01,00 mA


Gelombang Input

Gelombang Output

 


 



4.    Voltage Divider Bias

Parameter

Nilai Pengukuran

VR1 & VR2

 10,19 V & 2,173 V

Vrc

 10,84 V

Vre

 1,480 V

Vb

 2,1 V

Vc

 1,561 V

Ve

 1,546 V

Vbe

 0,67 V

Vce

 15,1 mV

Ib

 0,12 mA

Ic

 0,87 mA


Gelombang Input

Gelombang Output

 







5.    Power IC dengan Regulator 

IC

Vin

Kapasitor

Resistor

Vout

Ca

Cb

7805

7 V

0,1 uF

1uF

220 ohm

5,6 V

7809

12 V

0,1 uF

1uF

220 ohm

10,55 V

7812

12 V

0,1 uF

1uF

220 ohm

9,18 V


2. Prinsip Kerja [Kembali]

1. Fixed Bias


Prinsip kerja:
     Basis transistor diberi tegangan DC melalui satu resistor dari Vcc sehingga arus basis IB ditetapkan hampir langsung oleh resistor tersebut dan Vcc. Titik kerja (Q-point) ditentukan oleh Vcc dan resistor basis, rangkaian ini kurang stabil terhadap perubahan β dan suhu karena tidak ada umpan balik dari emitter. Rangkaian fixed bias di atas bekerja dengan memberikan arus basis melalui resistor RB dari sumber +12 V ke basis transistor, sehingga terbentuk tegangan VBE ≈ 0,7 V dan transistor masuk ke daerah aktif. Arus basis IB mengendalikan arus kolektor IC = β × IB, yang mengalir dari Vcc melalui resistor RC ke kolektor dan emiter ke ground. Tegangan VCE = VCC − (IC × RC) menentukan titik kerja transistor. Kapasitor C1 dan C2 berfungsi sebagai kopling sinyal input dan output. Rangkaian ini memperkuat sinyal AC kecil, namun titik kerjanya kurang stabil terhadap perubahan suhu dan nilai β karena tidak ada resistor pada emiter.

2. Emitter Stabilized Bias


Prinsip kerja: 

    Menambahkan resistor emitter (RE) memberi umpan balik negatif lokal: ketika IC naik, tegangan di RE naik → VB-VE (VBE) turun → IB turun → IC berkurang → sehingga titik kerja lebih stabil terhadap perubahan β dan suhu. Ini membuat Q-point lebih stabil dibanding fixed bias. Rangkaian emitter-stabilized bias bekerja dengan memberikan arus basis melalui RB1 dari sumber +12 V, sedangkan resistor RE di emiter berfungsi menstabilkan titik kerja transistor. Saat transistor aktif, arus kolektor IC mengalir dari Vcc melalui RC1 ke kolektor dan ke ground lewat RE. Jika arus kolektor meningkat, tegangan emiter naik sehingga VBE menurun dan arus basis berkurang, sehingga transistor tetap stabil. Kapasitor CE menjadi bypass untuk sinyal AC, sedangkan C8 dan C7 berfungsi sebagai kopling input dan output.

3. Self Bias


Prinsip kerja: 
    Self bias menggabungkan resistor ke basis yang terhubung ke Vcc dan juga resistor emitter; arus kolektor yang berubah mempengaruhi tegangan basis melalui pembagian tegangan sehingga tercipta feedback yang menstabilkan titik kerja. Rangkaian ini sering kali menempatkan Rb ke Vcc dan Rb' (atau R ke ground) sehingga basis “merasakan” perubahan arus emitter/collector. Rangkaian self bias di atas bekerja dengan memberikan tegangan bias ke basis transistor melalui resistor RB yang terhubung ke sumber BAT1 (1,5 V), sementara emiter dihubungkan ke ground melalui resistor RE. Saat transistor aktif, arus kolektor yang meningkat akan menaikkan tegangan emiter (VRE), sehingga VBE berkurang dan arus basis turun. Mekanisme ini menciptakan umpan balik negatif yang otomatis menstabilkan arus kolektor (IC) dan menjaga titik kerja transistor tetap stabil terhadap perubahan suhu maupun nilai penguatan (β).

4. Voltage Divider Bias

Prinsip kerja:
     Voltage-divider bias menggunakan dua resistor (R1 dan R2) yang membentuk pembagi tegangan dari Vcc untuk memberi tegangan basis yang hampir independen dari arus basis—ini memberikan stabilitas terbaik terhadap variasi β dan perubahan suhu. Basis mendapat tegangan tetap (Vb ≈ Vcc·R2/(R1+R2)), lalu emitter resistor RE memberi umpan balik tambahan. Rangkaian voltage divider bias di atas bekerja dengan memberikan tegangan basis transistor Q3 melalui pembagi tegangan R1 dan R2 dari sumber +12 V. Tegangan hasil pembagi ini menentukan VB, sedangkan resistor RE di emiter memberikan umpan balik negatif untuk menjaga kestabilan titik kerja. Saat transistor aktif, arus kolektor IC mengalir dari Vcc melalui R7 ke kolektor dan ke ground lewat RE. Jika IC naik, tegangan emiter meningkat sehingga VBE menurun dan arus basis berkurang, membuat arus kolektor kembali stabil. Kapasitor C5 dan C6 berfungsi sebagai kopling sinyal input dan output. Rangkaian ini memiliki kestabilan bias terbaik terhadap perubahan suhu dan variasi β transistor.

5. Power IC dengan Regulator

5

IC Regulator 7809

IC Regulator 7812

Rangkaian Simulasi


Prinsip Kerja: 
    Tegangan input yang digunakan adalah 7V atau 12 V dimana arus nya akan masuk ke kaki N (Input) IC Regulator dan akan keluar dari kaki N (output) IC Regulator dan menuju resistor dan berakhir di ground. Tegangan keluaran yang akan didapatkan sesuai dengan jenis IC Regulatornya misalnya IC Regulator 7805 maka tegangan keluarannya adalah 7V dan IC Regulator 7809 adalah 5,6V dan 7812 adalah 12V. ini berlaku untuk variasi tegangan inputnya lebih besar dari spesifikasinya. Jika tegangan inputnya kecil dari spesifikasinya maka tegangan keluarannya dibawah spesifikasinya.

3. Video Percobaan [Kembali]

A.Penjelasan Kondisi


B.Vidio Penjelasan Fixed Bias & Emitter Stabillized Bias


C.Vidio Penjelasan Power lc dengan Regulator


4. Analisa[Kembali]

1.      Analisa prinsip kerja dari rangkaian self bias berdasarkan nilai parameter yang didapatkan ketika percobaan.

Jawab:

Berdasarkan hasil percobaan, rangkaian self bias transistor bekerja pada daerah jenuh. Hal ini ditunjukkan oleh nilai VCE yang sangat kecil (0,109 V) dan VBE sebesar 0,626 V, menandakan sambungan basis–emitor maju. Arus basis (0,98 mA) dan arus kolektor (1,00 mA) menghasilkan penguatan β ≈ 1,02, sehingga transistor tidak berfungsi sebagai penguat karena sudah jenuh. Kondisi ini terjadi akibat arus basis yang terlalu besar, menyebabkan tegangan kolektor turun mendekati emitor. Dengan demikian, pengaturan resistor bias sangat penting agar transistor tetap berada di daerah aktif dan dapat menghasilkan penguatan sinyal yang baik.

2.      Analisa prinsip kerja dari rangkaian voltage divider bias berdasarkan nilai parameter yang didapatkan ketika percobaan.

Jawab:

    Berdasarkan hasil percobaan, rangkaian voltage divider bias menunjukkan bahwa transistor bekerja pada daerah jenuh. Hal ini ditunjukkan oleh nilai VCE = 0,015 V yang sangat kecil dan VBE = 0,67 V yang menandakan sambungan basis–emitor dalam kondisi maju. Arus IB = 0,12 mA dan IC = 0,87 mA menghasilkan penguatan β = 7,25 yang tergolong rendah akibat saturasi. Meskipun pembagi tegangan sudah menstabilkan bias, arus basis yang terlalu besar menyebabkan tegangan kolektor turun mendekati emitor sehingga transistor tidak bekerja pada daerah aktif. Untuk memperoleh penguatan yang baik, arus basis perlu dikurangi atau nilai resistor pembagi tegangan disesuaikan agar VCE berada di kisaran 1–2 V.


3.      Analisa pengaruh variasi kapasitor dan resistor terhadap output pada rangkaian Power Supply dengan IC Regulator.

Jawab:

Berdasarkan hasil percobaan pada rangkaian power supply dengan IC regulator, variasi kapasitor dan resistor memengaruhi kestabilan serta besar tegangan output. Dengan kapasitor CA = 0,1 µF dan CB = 1 nF serta resistor 220 Ω, diperoleh tegangan keluaran IC 7805 sebesar 5,6 V, IC 7809 sebesar 10,55 V, dan IC 7812 sebesar 9,18 V. Kapasitor berfungsi sebagai penyaring untuk meredam ripple pada tegangan, sedangkan resistor mengatur arus beban yang memengaruhi kestabilan output. Kombinasi nilai yang sesuai menghasilkan tegangan keluaran yang stabil sesuai karakteristik IC regulator.

5. Download File[Kembali]

Download Laporan Akhir [klik disini]

Download Video Penjelasan Kondisi rangkaian [klik disini]

Download Video Penjelasan  Fixed Bias & Emitter Stablilized Bias [klik disini]

Download Video Penjelasan  Power Ic Dengan Regulator  [klik disini]


Download Datasheet

Download Datasheet multimeter [klik disini]

Download Datasheet Resistor [klik disini]

Download Datasheet  Osiloscope [klik disini]

Download Datasheet Transistor [klik disini


Komentar

Postingan populer dari blog ini