Tugas pendahuluan M2



1. Penjelasan kondisi [Kembali]

Kondisi 7: Buatkan Rangkaian Fixed Bias Transistor menggunakan transistor PNP, dan jelaskan Prinsip Kerja Rangkaian tersebut!

Jawab:

    Rangkaian ini adalah konfigurasi penguat yang sering digunakan untuk memperkuat sinyal AC (arus bolak-balik). Sinyal input, yang biasanya berasal dari sumber sinyal kecil seperti mikrofon atau sensor, di supply ke basis transistor Q1 melalui kapasitor C1. Transistor kemudian memperkuat sinyal ini dengan mengendalikan arus yang lebih besar dari emitor ke kolektor. Sinyal yang telah diperkuat ini kemudian dikeluarkan dari kolektor melalui kapasitor C2 dan ditampilkan pada osiloskop.

    Sinyal input, yang biasanya berupa gelombang AC (misalnya gelombang sinus) dan memiliki amplitudo kecil, memasuki rangkaian. Sinyal ini pertama kali melalui Kapasitor C1. Kapasitor C1 berfungsi sebagai filter. Ia memblokir semua tegangan DC (arus searah) yang mungkin ada pada sinyal input dan hanya mengizinkan komponen AC untuk melewatinya. Ini penting agar tegangan bias DC pada basis transistor tidak terganggu oleh sumber sinyal. Sinyal AC yang sudah disaring oleh C1 mencapai basis transistor Q1 (PNP). Perubahan kecil pada tegangan di basis ini akan menyebabkan perubahan yang lebih besar pada arus yang mengalir melalui transistor.

    Transistor Q1 bekerja sebagai katup yang dikendalikan oleh tegangan basis. Ketika tegangan basis berubah sesuai dengan sinyal input, ia memodulasi arus yang mengalir dari emitor ke kolektor (arus IC). Karena transistor memiliki penguatan arus (hFE atau β), perubahan kecil pada arus basis menghasilkan perubahan arus kolektor yang jauh lebih besar. Arus kolektor (IC) yang telah diperkuat mengalir melalui Resistor R2. Berdasarkan Hukum Ohm (V=I×R), perubahan besar pada arus Iini akan menyebabkan perubahan tegangan yang signifikan pada R2. Tegangan inilah yang menjadi sinyal output. Perlu dicatat bahwa untuk transistor PNP, tegangan output akan bergeser dalam fase (berbeda fase 180 derajat) dari sinyal input, karena saat arus basis naik, arus kolektor turun, dan sebaliknya.

    Sinyal output pada kolektor (yaitu tegangan pada R2) masih bercampur dengan komponen DC dari sumber daya (+12V). Kapasitor C2 memblokir komponen DC ini dan hanya meneruskan sinyal AC yang telah diperkuat ke output. Akhirnya, sinyal AC yang telah diperkuat dan disaring oleh C2 ditampilkan pada osiloskop. Jalur A menunjukkan sinyal input asli, sedangkan jalur B, C, dan D menunjukkan sinyal output yang telah diperkuat, dengan amplitudo yang jauh lebih besar daripada sinyal input.

2. Prinsip Kerja Kondisi [Kembali]

    Prinsip kerja rangkaian ini berpusat pada dua aliran arus yang berbeda namun saling berinteraksi. Pertama, arus DC mengalir dari sumber tegangan ke transistor melalui resistor basis dan kolektor untuk memberikan bias, yaitu energi statis yang diperlukan agar transistor siap bekerja. Arus bias ini memastikan transistor selalu berada dalam kondisi "siap" untuk menguatkan sinyal. Kedua, ketika sinyal AC masuk melalui kapasitor input, ia akan memodulasi arus bias yang sudah ada. Perubahan kecil pada arus basis ini akan mengendalikan dan memicu perubahan yang jauh lebih besar pada arus kolektor. Perubahan besar arus kolektor inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi sinyal output yang sudah diperkuat, yang kemudian dilewatkan oleh kapasitor output ke beban, menghasilkan sinyal yang lebih kuat namun dengan fasa yang berbalik 180 derajat.

    Rangkaian ini bekerja dengan cara memanfaatkan transistor PNP sebagai penguat arus, di mana perubahan kecil pada tegangan basis menghasilkan perubahan besar pada arus kolektor. Tegangan output yang diambil dari kolektor kemudian memiliki amplitudo yang lebih besar, namun berfase terbalik terhadap input. Kapasitor input dan output memastikan hanya sinyal AC yang diproses dan diteruskan.

3. Rangkaian Kondisi [Kembali]

4. Video Penjelasan Kondisi [Kembali]


5. Tugas Pendahuluan (Soft File) [Kembali]

Tugas Pendahuluan [klik disini]

Rangkaian kondisi 7 [klik disini]

Vidio penjelasan [klik disini]

Datasheet Resistor [klik disini]

Datasheet  Osiloscope [klik disini]

Datasheet transistor  [klik disini



Komentar

Postingan populer dari blog ini